• Gaby

REVIEW: Maxim Antiprespirant

Apakah kamu sering berkeringat meskipun di ruangan ber-AC? Atau ketiakmu sering basah meskipun kamu tidak melakukan kegiatan yang berat? Kalau iya, kita high-five dulu. Tenang aja, itu wajar. Jutaan orang di dunia juga mengalami hal yang sama. Aku pun begitu. Tapi, aku sudah menemukan produk yang bisa membantu mengontrol keringat berlebih di ketiak sehingga gak 'basah ketek' lagi.

Aku sudah berhenti pakai deodorant biasa yang banyak dijual di pasaran karena memberi efek samping jika dipakai terus-menerus yaitu iritasi, kulit ketiak menghitam, dan malah memperburuk kondisi keringat di ketiak serta memberi bau yang tidak enak. Akhirnya aku memutuskan untuk memakai antiperspirant ketimbang deodorant. Bedanya, deodorant melindungi kita dari bau badan sedangkan antiperspirant melindungi kita dari keringat berlebih serta bau badan. Tapi, kebanyakan deodorant biasa yang ada di pasaran malah memperburuk kondisi ketiak karena kandungan alkohol dan fragrancenya yang cukup banyak. Setelah research singkat, aku menemukan produk antiperspirant yang terbukti bagus dan telah direkomendasi oleh banyak dermatologist di US. Langsung kita bahas yuk!

1. Packaging

Bentuknya sama seperti deodorant biasa, roll on. Warnanya putih, dan terkesan seperti "deodorant dari dokter". Di kemasannya memang tertulis "Doctor Recommended" dan "Dermatologist Recommended" tapi setahuku brand Maxim ini bukan dari institusi kedokteran atau sejenisnya (please correct me if I'm wrong). Tapi memang produknya direkomendasi oleh para dokter. Dalam satu botol, isinya 29,6ml. Bisa dipakai berbulan-bulan, apalagi produk ini gak dipakai tiap hari. So, bahkan bisa bertahan setahun.

2. Price and Where to Buy

Harganya sekitar Rp285.000. Kalian bisa beli di e-commerce favorit kalian, pastikan itu produk original ya karena barangnya belum ada di Indonesia dan mesti diimport dari USA. Kalau mau beli di Lazada bisa coba di link ini.

3. How to Apply


Waktu pertama beli, aku pakai ini dua hari sekali di malam hari. Jadi setelah mandi, langsung pakai dan biarkan semalaman. Besok paginya tinggal mandi seperti biasa, tanpa perlu pakai lagi. Setelah satu minggu, aku mengurangi pemakaiannya menjadi tiga hari sekali dan seterusnya sampai dengan dalam satu bulan aku cuma pakai dua kali atau setiap dua mingu sekali. Meskipun begitu, produksi keringatku terutama di ketiak jauh lebih terkontrol. Hal ini menyebabkan aku gak perlu khawatir lagi untuk 'basah ketek' terutama kalau lagi gugup atau ketika anxiety melanda, hahaha.

4. Performance

Aku udah pakai ini setahun, dan puas banget. Dulu biasanya aku gampang banget keringatan di ketiak walaupun di ruangan ber-AC karena produksi keringat yang berlebih di tubuhku, atau biasa disebut hyperhidrosis. Tapi belum separah orang-orang lain, cuma ya tetep saja mengganggu. Semua jenis deodorant sudah aku coba, dan gak ada yang cocok. Malah bikin kulit iritasi (gatal-gatal, merah) dan memberi efek kehitaman di ketiak.

Setelah memakai produk ini, aku sudah gak pernah keringat berlebihan meskipun dosis pemakaiannya aku kurangi menjadi seminggu sekali atau dua minggu sekali. Selain itu, karena aku gak menggunakan deodorant biasa yang memakai alkohol, kulit ketiakku juga lebih sehat dan tidak menghitam lagi. Produk ini juga gak memberi efek samping di kulitku, jadi aman banget. Maxim juga punya varian khusus untuk yang memiliki kulit sensitif, jadi kalau kalian kulitnya lumayan sensitif mungkin bisa pakai varian tersebut.


Overall, I'll give it 10/10. Walaupun harganya memang cukup pricey untuk sebuah produk ketiak, tapi aku suka banget. Dan produk ini bisa bertahan hingga setahun karena pemakaiannya gak perlu setiap hari seperti deodoran pada umumnya.

KODE VOUCHER

BLOG VISIT

©2018 - 2020 by Gaby

gabyybombang@gmail.com, Indonesia

This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now